Forums

Post Reply
Forum Home > Kesehatan > Bahaya Pola Pikir Negatif

primayanuaristya
Site Owner
Posts: 6

Bahaya Pola Pikir Negatif

Negative thinking adalah pola atau cara berpikir yang lebih condongpada sisi-sisi negatif dibanding sisi positifnya. Pola pikir ini bisatampak dari keyakinan atau pandangan yang terucap, cara seseorangbersikap, dan perilaku sehari-hari. Karena sisi negatif lebih dominan,tidak heran jika cara berpikir seperti ini dipenuhi sikap apriori,prasangka, ketidakpercayaan, kecurigaan, dan kesangsian, yangseringkali tanpa dasar atau tanpa nalar sama sekali.

Pola pikir negatif juga tampak dari cara seseorang memandang ataumerespon persoalan yang seringkali mengabaikan rasionalitas, logika,fakta, atau informasi yang relevan. Meskipun begitu, rasionalitas jugabisa terjerumus dalam kerangka pikiran yang bersifat negatif. Artinya,seseorang secara sadar dapat memanfaatkan rasionalitas, logika, dankecakapan berpikirnya untuk memandang suatu persoalan secara negatif.

Penyebab dari pola pikir semacam ini adalah konstruksi persepsi yangdidasarkan pada sistem keyakinan, cara pandang (paradigma), atau carakita memahami suatu persolan. Karena pola pikir ini bersifatparadigmatis, maka setiap data, fakta, atau informasi akan kitapersepsi sesuai dengan paradigma yang dianut. Jika paradigmanyabersifat konflik, maka yang muncul adalah persepsi-persepsikonfliktual, baik ofensif maupun defensif. Sementara jika paradigmanyaharmoni, maka persepsi-persepsi yang dominan pun sifatnya lebihharmonis, menyatukan, mensintesis, dan antikonflik.

Dalam diri semua orang, terkadung sesuatu yang oleh para ahlipsikologi disebut self defense mechanism, yaitu suatu kecenderunganuntuk mempertahankan diri dari apa yang kita persepsikan sebagaisesuatu yang menyerang atau berpotensi menghalangi tercapainyakeinginan kita. Salah satu pilihan mempertahankan diri itu adalahdengan bersikap ofensif atau menyerang balik si pengancam. Dampak burukdari mudahnya kita berpikir negatif adalah sulitnya kita menerimapendapat orang lain, sulit menerima hal baru, sulit bersosialisasi, dansering muncul sebagai pribadi yang kurang menarik untuk diajakkerjasama.

Internal

Pola berpikir negatif tidak semata-mata tertuju padadunia luar saja. Negatifisme juga bekerja secara internal ataumenyerang diri kita sendiri. Ini bisa tampak dari keyakinan, persepsidiri, atau cara pandang kita terhadap diri sendiri sehingga memunculkancitra diri negatif. Contoh; memandang diri sendiri sebagai tidakberbakat, memiliki banyak kelemahan, terbelakang secara mental, ataubernasib kurang beruntung.

Citra diri negatif bukanlah sebentuk persepsi diri yang terbentukdalam sekejap. Persepsi ini muncul dan tertanam sedikit demi sedikit,terakumulasi berdasarkan jenis-jenis peristiwa atau pengalaman hidupyang kita alami. Misalnya, dalam sebuah kesempatan kita mengalamiperlakuan yang kurang sopan dari seseorang. Pada kesempatan lain,kembali kita diperlakukan secara buruk oleh pihak lain. Lalu dalamjangka waktu yang agak lama berselang, ternyata kita kembali mendapatperlakuan tidak seperti yang kita harapkan. Maka, kemudian munculpertanyaan dalam diri kita, “Apakah saya memang pantas mendapatperlakuan seperti ini?” Lalu, sedikit demi sedikit muncul persepsibahwa hidup kita memang kurang beruntung. Persepsi sekilas itu bisamenjadi permanen jika frekuensi terjadinya peristiwa-peristiwa yangmendasarinya itu sering berulang.

Citra diri negatif ini kemudian akan membuat kita menjadi pribadiyang sangat tidak efektif dan sulit berkembang ke arah yang lebih baik.Ambil contoh persepsi diri kita tidak memiliki bakat. Persepsi ini bisaberbuntut pada kecenderungan kita untuk tidak mau menggali bakat-bakatterpendam kita. Bahkan kita cenderung mengingkari keberadaanbakat-bakat terpendam tadi, dan akhirnya membuat kita malas mengasahbakat atau enggan meningkatkan ketrampilan kita. Dari anggapan yangkeliru inilah proses pengembangan diri kita terhambat. Kita bisa jauhlebih sulit berkembang jika persepsi ini mengkristal menjadi sebuah.

November 4, 2009 at 1:09 AM Flag Quote & Reply

You must login to post.